Jumat, 23 Maret 2018

HEADLINE: Semburan Gas Beracun Kawah Ijen, Pertanda Apa?



Rabu malam, 21 Maret 2018, suasana di Desa Kalianyar, di Kecamatan Ijen mendadak mencekam. Puluhan warga tiba-tiba merasa tenggorokannya pahit dan kering. Dada pun sesak, seakan ada yang menyumbat jalur napas.
Para korban mengeluh mual hingga muntah-muntah. Badan lemah lunglai. Setelah diusut, penyebabnya adalah gas beracun yang muncul dari letupan di Kawah Ijen.
Gas beracun itu diduga terbawa embusan angin ke barat, ke arah Bondowoso. Dugaan lain menyebut, zat mematikan itu dibawa aliran Kalipahit (Banyupahit) yang hulunya di wilayah Kawah Ijen.
Ada 30 orang yang keracunan. Para korban kemudian dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Untung tak ada korban jiwa. Nasib warga lebih beruntung dari sejumlah hewan ternak yang mati tercekik gas beracun dari Kawah Ijen.



Keluarnya gas beracun dari Kawah Ijen sejatinya bukan hal luar biasa, demikian menurut ahli vulkanologi, Surono. Yang tak biasa adalah penyebarannya yang relatif jauh.
"Pasti ada masalah karena biasanya warga biasa-biasa saja. Tentunya ada sesuatu yang tak beres, bisa saja gasnya terlalu banyak," kata dia kepada VIPBANDARQ.BIZ, Kamis (22/3/2018).Pria yang akrab dipanggil Mbah Rono itu mengungkapkan, sebenarnya jarak permukiman warga dengan Kawah Ijen sudah aman. "Kecuali ada warga yang mendekat ke kawah itu," kata dia.
Namun, jika ada embusan atau aktivitas tekanan yang meningkat, gas bisa menyebar lebih jauh. "Apalagi sekarang musim hujan. Karena tekanan yang terlalu tinggi, gas bisa melayang setinggi manusia," kata dia.

Surono mengatakan, gas yang keluar di Kawah Ijen jauh lebih berbahaya daripada gunungnya. "Karena gasnya mematikan. Kalau terlalu banyak dihirup oleh manusia, nantinya bisa mematikan," kata dia.
Sementara, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM Kasbani mengatakan, potensi gas yang keluar dari kawah Ijen selalu ada.
"Ini letupan kecil, ada danau kawah dan banyak gas. Kita belum pastikan ini kenapa," kata dia ketika dihubungi VIPBANDARQ.BIZ


Saat ditanya apakah semburan gas Kawah Ijen adalah pertanda gunung akan meletus, Kasbani mengatakan, dari aktivitasnya belum ada tanda-tanda ke arah itu. "Karena bisa saja ini cuma sesaat," kata dia. "Besok kita lihat, yang jelas dari aktivitas vulkanik tidak terlalu signifikan."

Kasbani mengatakan, tim ahli dari PVMBG setempat sudah diturunkan ke lokasi semburan gas beracun untuk mengamati kejadian. Sedangkan tim dari Bandung akan dikirimkan ke lokasi pada Jumat, 23 Maret 2018.



Kasbani menjelaskan, sejak awal, pihaknya sebenarnya sudah merekomendasi pihak yang tidak berkepentingan menghindari lokasi Kawah Ijen. Sebab, saat musim perubahan cuaca antara musim hujan dan kemarau terkadang muncul letupan gas.









































































1 komentar:

  1. http://ceritatante69.blogspot.co.id
    http://okenews89.blogspot.co.id
    http://bandarinfo69.blogspot.co.id
    http://agentpianopoker.blogspot.co.id
    http://ceritapanas33.blogspot.co.id

    BalasHapus

Dianiaya Pacar, Cynthiara Alona Pilih Lakukan Ini

  Cynthiara Alona  belum lama ini menjadi korban penganiayaan mantan kekasihnya. Beberapa bagian wajahnya terutama dekat mata, pelipis dan...