Jumat, 23 Maret 2018

HEADLINE: Semburan Gas Beracun Kawah Ijen, Pertanda Apa?



Rabu malam, 21 Maret 2018, suasana di Desa Kalianyar, di Kecamatan Ijen mendadak mencekam. Puluhan warga tiba-tiba merasa tenggorokannya pahit dan kering. Dada pun sesak, seakan ada yang menyumbat jalur napas.
Para korban mengeluh mual hingga muntah-muntah. Badan lemah lunglai. Setelah diusut, penyebabnya adalah gas beracun yang muncul dari letupan di Kawah Ijen.
Gas beracun itu diduga terbawa embusan angin ke barat, ke arah Bondowoso. Dugaan lain menyebut, zat mematikan itu dibawa aliran Kalipahit (Banyupahit) yang hulunya di wilayah Kawah Ijen.
Ada 30 orang yang keracunan. Para korban kemudian dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Untung tak ada korban jiwa. Nasib warga lebih beruntung dari sejumlah hewan ternak yang mati tercekik gas beracun dari Kawah Ijen.



Keluarnya gas beracun dari Kawah Ijen sejatinya bukan hal luar biasa, demikian menurut ahli vulkanologi, Surono. Yang tak biasa adalah penyebarannya yang relatif jauh.
"Pasti ada masalah karena biasanya warga biasa-biasa saja. Tentunya ada sesuatu yang tak beres, bisa saja gasnya terlalu banyak," kata dia kepada VIPBANDARQ.BIZ, Kamis (22/3/2018).Pria yang akrab dipanggil Mbah Rono itu mengungkapkan, sebenarnya jarak permukiman warga dengan Kawah Ijen sudah aman. "Kecuali ada warga yang mendekat ke kawah itu," kata dia.
Namun, jika ada embusan atau aktivitas tekanan yang meningkat, gas bisa menyebar lebih jauh. "Apalagi sekarang musim hujan. Karena tekanan yang terlalu tinggi, gas bisa melayang setinggi manusia," kata dia.

Surono mengatakan, gas yang keluar di Kawah Ijen jauh lebih berbahaya daripada gunungnya. "Karena gasnya mematikan. Kalau terlalu banyak dihirup oleh manusia, nantinya bisa mematikan," kata dia.
Sementara, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM Kasbani mengatakan, potensi gas yang keluar dari kawah Ijen selalu ada.
"Ini letupan kecil, ada danau kawah dan banyak gas. Kita belum pastikan ini kenapa," kata dia ketika dihubungi VIPBANDARQ.BIZ


Saat ditanya apakah semburan gas Kawah Ijen adalah pertanda gunung akan meletus, Kasbani mengatakan, dari aktivitasnya belum ada tanda-tanda ke arah itu. "Karena bisa saja ini cuma sesaat," kata dia. "Besok kita lihat, yang jelas dari aktivitas vulkanik tidak terlalu signifikan."

Kasbani mengatakan, tim ahli dari PVMBG setempat sudah diturunkan ke lokasi semburan gas beracun untuk mengamati kejadian. Sedangkan tim dari Bandung akan dikirimkan ke lokasi pada Jumat, 23 Maret 2018.



Kasbani menjelaskan, sejak awal, pihaknya sebenarnya sudah merekomendasi pihak yang tidak berkepentingan menghindari lokasi Kawah Ijen. Sebab, saat musim perubahan cuaca antara musim hujan dan kemarau terkadang muncul letupan gas.









































































Kamis, 22 Maret 2018

Polri: Bayar SKCK Online Tetap Rp 30 Ribu



Polri bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan sistem pembayaran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara online. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, bayarnya tetap sama yakni Rp 30 ribu.
"Bayar Rp 30 ribu itu langsung disetor ke BRI," kata Setyo.
Pembayaran SKCK online diadakan setelah Polri membuat nota kesepemahaman (MoU) dengan Bank Rakyat Indonesia di Ballroom Tiara, Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2018).
Menurut Setyo, pembayaran SKCK online merupakan salah satu inovasi Polri dalam bentuk pelayanan berbasis IT.
"Salah satu ya, karena ada beberapa yang lain juga seperti Korlantas kemudian di divisi lain juga ada," kata Setyo.
SKCK online ini dibuat untuk mempermudah masyarakat membuat SKCK. Setidaknya untuk meminimalisir biaya pembuatan SKCK.
"Semoga apa yang disampaikan Pak Kabaintelkam tadi menjadikan masyarakat lebih mudah, lebih murah ya, karena biaya ongkos ke kantor polisi bolak-balik itu bisa dipangkas. Tapi tentunya tetap mengutamakan keamanan," ujarnya.
Membantu Masyarakat
Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Sis Apik Wijayanto mengaku, tak ada investasi khusus dalam membuat pelayanan publik SKCK secara online. Karena pihaknya ingin memanfaatkan hubungan yang ada dengan Polri, sekaligus membantu masyarakat.
"Kebetulan kita mitra Polri dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat, yang kami inginkan adalah nasabah BRI bisa mudah membayar dimana saja. Jadi BRI kami tidak memberikan pembebanan biaya kepada nasabah BRI untuk melakukan pembayaran ATM ataupun teller," ujar Wijayanto.





Hari Air Sedunia, Polwan Cantik Bersihkan Sungai Kotor



Berbagai cara dilakukan untuk memperingati World Water Day atau Hari Air Sedunia yang jatuh pada hari Kamis, 22 Maret 2018. Salah satunya seperti yang dilakukan anggota Polisi Wanita (Polwan) Polresta Solo yang membersihkan sampah di Sungai Gajah Putih di Solo.
Puluhan anggota Polwan Polresta Solo dengan seragam dinas lapangan tampak turun dari bus. Selanjutnya, mereka berbagi tugas untuk membersihkan sampah maupun kotoran yang ada di Sungai Gajah Putih di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu, 21 Maret 2018.
Sebagian personel Polwan tampak turun ke sungai, sedangkan yang lainnya membersihkan rumput di bagian dinding bibir sungai. Selama melakukan kegiatan bersih sungai, mereka memakai alat bantu bambu untuk memunguti sampah yang sulit dijangkau. Selanjutnya sampah yang mengotori sungai itu dimasukkan ke dalam plastik.
Kegiatan bersih-bersih sungai dalam memperingati Hari Air Sedunia itu juga menjadi pusat perhatian warga sekitar maupun para pengendara jalan yang sedang melintas di Jalan Ahmad Yani, Solo. Bahkan, sejumlah masyarakat tampak mengabadikan momen ketika para petugas Polwan bersih-bersih sungai.

Polwan Tidak Takut Kotor


Salah satu anggota Polwan Polresta Solo, Bripda Endah Eka Putri, mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada Kamis, 22 Maret 2018. Meski harus membersihkan sampah di sungai, ia mengaku tidak risi, justru malah menyenangkan karena bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Ini bagian dari kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar. Kami tidak takut kotor, kami akan senang jika sungai itu bersih," kata dia di sela-sela acara kegiatan membersihkan Sungai Gajah Putih, Solo, Rabu, 21 Maret 2018.
Saat mengikuti kegiatan membersihkan sampah di sungai, Bripda Endah pun harus turun ke sungai. Nahas, saat mencoba memunguti sawah di bagian tengah alur sungai, ia malah tercebur sehingga seragamnya pun basah. “Tadi sempat terpeleset dan basah, tetapi itu tidak apa-apa,” ucapnya.
Libatkan 30 Personel Polwan

Sementara itu, Ketua Tim Polwan Polresta Solo Iptu Umi Supriati mengatakan, anggota Polwan Polresta Solo memilih memperingati Hari Air Sedunia dengan membersihkan sungai. Hal ini dilakukan karena kondisi sungai tersebut cukup kotor sehingga dikhawatirkan akan mencemari lingkungan sekitar.
"Sungai ini kan dekat dengan permukiman jadi kalau kotor nanti bisa mencemarinya," kata dia.
Selain melakukan kegiatan bersih sungai, ia pun meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah secara sembarangan di sungai.

"Sungai kotor itu karena kurangnya kesadaran terhadap lingkungan. Jangan buang sampah di sungai," harapnya.
Iptu Umi menyebutkan jumlah anggota Polwan yang dikerahkan untuk mengikuti kegiatan tersebut mencapai 30 personel. Selain petuga Polwan, kegiatan tersebut juga melibatkan dari anggota Sabhara Polresta Solo.
"Jadi total personel yang dikerahkan ada 60 anggota. Mereka saling bahu-membahu untuk ikut membersihkan sungai dari sampah," jelas dia









Selasa, 20 Maret 2018

Airfast Indonesia: Pemindahan Pesawat Menunggu Air Laut Pasang

Roda Tak Keluar, Pesawat Airfast Mendarat di Perairan Ocarina Batam

Manajemen PT Airfast Indonesia menyatakan sebuah pesawat amfibi jenis Twin Otter DHC6 dengan registrasi PK-OCK rute Penerbangan dari Pulau Bawah, Kepulauan Anambas, menuju ke bandara Hang Nadim Batam pada hari Sabtu 10 Maret 2018 pukul 13.24 WIB mengalami kendala teknis sehingga terpaksa mengalihkan pendaratan di laut area pantai Ocarina, Batam.

"Pesawat jenis amfibi ini memutuskan untuk mendarat di perairan karena tidak berhasil menurunkan roda pendarat sebelah kiri. Namun demikian seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang selamat dan dalam kondisi baik tidak mengalami luka sama sekali. Begitu juga dengan pilot dan pesawatnya," kata Arif Wibowo, Managing Director PT Airfast Indonesia dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (11/3/2018).

Pesawat diawaki dua orang pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi sehingga berhasil mendaratkan pesawat di pesisir pantai dan menghentikan pesawat di area pantai yang berpasir landai.
"Semua penumpang turun dari pesawat secara normal dan diantar oleh petugas Airfast Indonesia ke bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Airfast Indonesia untuk meneruskan perjalanan mereka selanjutnya," kata Arif Wibowo.
Mengenai kondisi pesawat, Arif mengatakan, memerlukan perbaikan ringan pada sistim roda pendarat untuk kemudian siap diterbangkan kembali dari wilayah pantai Ocarina menuju ke bandara Hang Nadim untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Menunggu Laut Pasang

Batam dan Bali Gaet Wisman Malaysia Paling Banyak
Peristiwa ini dilaporkan oleh AIRFAST dan dikoordinasikan dengan Direktorat Kelaik-Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia.
Kejadian ini dikategorikan "Incident" bukan "accident" karena bukan pendaratan darurat atau emergency landing ataupun "ditching" karena pesawat memang berjenis amfibi yang tersertifikasi untuk melakukan tinggal landas ataupun mendarat di landasan maupun di air (sungai, danau dan laut).
Saat ini pesawat beregistrasi PK-OCK tersebut masih berada di bibir pantai Ocarina, Batam, menunggu air laut pasang agar bisa didorong ke laut untuk bisa tinggal landas dari laut.



Pesawat Latih Jatuh di Cilacap, 1 Orang Tewas



Satu pilot tewas dalam kecelakaan pesawat latih di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto mengakui ada kecelakaan pesawat latih.
"Iya ada kecelakaan pesawat. Dia sedang terbang aerobatik, kemudian hilang kendali, dan menghantam ke hanggar," kata dia, Selasa (20/3/2018).

Menurut dia, kejadian itu mengakibatkan pilot yang membawa pesawat itu, yakni Hanafie meninggal dunia.
Kendati demikian, dia enggan menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan pesawat latih tersebut.
"Mohon maaf, kami tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena bukan domain kami. Sekarang sudah domain KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," kata Denny seperti dikutip dari Antara.
Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait dengan kecelakaan pesawat latih tersebut.
"Mohon maaf, kebetulan saya baru akan menuju ke lokasi," katanya.

Sedang Aerobatik



Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu menimpa pesawat latih PK-RTZ milik Ganesha Flight Academy.
Pesawat latih yang dipiloti Kolonel Penerbang M.J. Hanafie tersebut mengalami kecelakaan saat latihan aerobatik dalam rangka wisuda siswa Ganesha Flight Academy yang akan diselenggarakan pada Sabtu 24 Maret 2018.
Dalam hal ini, pesawat PK-RTZ dengan pilot M.J. Hanafie lepas landas dari Bandara Tunggul Wulung sekitar pukul 14.02 WIB, selanjutnya pada pukul 15.15 WIB melakukan aerobatik.
Karena terbang terlalu rendah, pesawat itu kehilangan daya angkat hingga akhirnya hilang kendali dan menabrak pesawat yang sedang parkir di apron dan hanggar milik Perkasa Flight School di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap.
Akibat kejadian tersebut, pilot Hanafie meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Sementara penyebab terjadinya kecelakaan masih diselidiki KNKT






Senin, 19 Maret 2018

Cerita Lansia Jalan Kaki dari Jagakarsa ke Pancoran Selama 3 Hari



Pria lanjut usia atau lansia asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, Toto sempat nekat jalan kaki menuju Pancoran, Jakarta Selatan. Kakek berusia 70 tahun ini hendak menemui anaknya. Lantaran berjalan kaki, Toto kelelahan dan sempat terlantar selama tiga hari.
Staf Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Jagakarsa, Bambang Susilo menceritakan kondisi lansia Toto sangat memprihatinkan saat ditemukan warga di Pancoran. Kepalanya terluka akibat jatuh saat perjalanan ke rumah salah satu anaknya tersebut.
Warga pun langsung berinisitaif membawanya ke Kantor Polisi Sektor Pancoran. Bahkan, warga sempat memberitahukan kejadian itu kepada Dinas Sosial melalui media sosial, twitter.

"Setelah itu Petugas Dinas Sosial Kecamatan Jagakarsa dan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan segera menjemput Pak Toto," kata Bambang saat dihubungi di Jakarta, Minggu (18/3/2018).
Menurut dia, setelah penjemputan itu petugas langsung menyebarluaskan informasi mengenai penemuan Toto. Tak lama berselang, kata dia, terdapat informasi yang mengetahui alamat rumah Toto di Jagakarsa.
Lanjut Bambang, petugas langsung menghubungi keluarga lansia itu untuk memastikan kebenarannya. Benar saja, dia mengatakan keluarganya mengaku kehilangan Toto selam tiga hari.

Tak Akses Menuju Rumah



Saat mengantarkan ke rumahnya, Bambang menyebut tidak terdapat akses yang mudah. Sehingga alternatifnya dengan menggendong Toto oleh salah satu petugas.
"Karena akses tidak dapat dilalui kendaraan, maka anggota mengambil alternatif lain dengan menggendongnya," ucapnya.
Menurut keterangan keluarganya, kata Bambang, Toto sudah mulai pikun dan seringkali ingin keluar dari rumah.
"Anaknya juga sudah mencari ke sana ke mari. Untuk rumah di Jagakarsa merupakan rumah anaknya dan anak satunya lagi di Pancoran yang ingin Pak Toto kunjungi," jelas Bambang.

Anies Targetkan Sampah Muara Angke Bersih dalam Sepekan



Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pembersihan lautan sampah di kawasan hutan bakau Ecomarine Tourism Mangrove di Muara Angke, Jakarta Utara. Anies menargetkan, dalam sepekan sampah-sampah itu dapat diangkut ke Bantargebang.
"Insyaallah kita tuntaskan, mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini kita bisa tuntaskan," ujar dia di lokasi, Senin (19/3/2018).

Sampah dengan ketinggian 2,5 meter di Ecomarine itu, menurut Anies, terdiri dari sampah plastik rumah tangga hingga sampah kiriman dari luar daerah yang terbawa arus.
"Mayoritas adalah sampah plastik rumah tangga, yang mulai berkumpulnya diduga sejak akhir Desember karena angin barat yang bergerak dan kemudian merusak lahan yang semula akan digunakan untuk mangrove dan budi daya bandeng rusak semua dan justru jadi perangkap sampah. jadi arus laut membawa sampah dan berkumpul di tempat ini," ucap Anies.
Bersama pasukan oranye, Anies ikut membersihkan sampah tanpa sarung tangan. Menurut Anies, bila menggunakan alat seperti garpu, maka sampah sulit diangkut.

"Karena lokasinya, maka pembersihannya tidak bisa menggunakan alat-alat besar untuk mengangkut, harus pakai kapal. Satu pakai kapal tor, dua dengan tenaga manusia. Pakai alat pun pakai garpu, kalau dikeruk itu sulit mengangkatnya, mau tidak mau harus pakai tangan," kata Anies

400 Petugas



terdapat satu alat berat, yakni eksavator yang membantu 400 petugas membersihkan tumpukan sampah di hutan mangrove itu.
"Lebih dari 400 tenaga pekerja di sini untuk mengangkat sampah, diperkirakan masih ada lebih dari 50 ton lagi yang masih ada di sini," ucap Anies.

Ia meminta warga untuk mulai membuang sampah pada tempatnya, bukan di badan air lagi.
"Kami akan bersihkan tempat ini, kemudian sungai-sungai yang mengalir akan kami siapkan jaring-jaring untuk menjerat sampah sebelum sampai ke hilir. Dengan begitu tidak mengotori laut. Dan ujungnya mau tidak mau adalah perilaku kita," Anies menandaskan



Minggu, 18 Maret 2018

Budidaya Ikan Bandeng yang Berakhir Lautan Sampah Teluk Jakarta



Tak seperti laut lainnya, warna air di Blok Empang Muara Angke tidaklah biru. Airnya hitam pekat. Perubahan warna itu diakibatkan sampah teluk Jakarta yang menggenangi kolam berpagar bambu seluas 150 x 50 meter.
Awalnya, kolam sampah teluk Jakarta itu akan dijadikan tambak budidaya ikan bandeng. Namun, banjir rob bulan lalu mengempaskan sampah laut dari berbagai wilayah ke pusara kolam tersebut.
"Jadi tanggal 13 Februari sebelum Imlek itu terjadi angin barat atau rob yang cukup besar. Jadinya ombak masuk ke sini sehingga menghantam pembatas dan ombak itu membawa sampah akhirnya masuk ke sini," jelas ketua Komunitas Mangrove Muara Angke (Komma) Risnandar kepada Liputan6.com, Jakarta, Minggu (18/3/2018).
Banjir rob memang sudah surut, tapi sampah teluk Jakarta tetap tertinggal di kolam itu. Air laut pun menjadi tercemar dan tidak mungkin menjadi tempat hidupnya benih ikan bandeng. Rencana menebar benih ikan bandeng pada April esok pun terpaksa batal.
Namun, Komma tak mau memasrahkan kolam itu begitu saja. Mereka berniat membangun hutan mangrove di atas kolam yang saat ini menjadi tempat sampah teluk Jakarta.

Ini bukan pertama kalinya komunitas binaan CSR PT PJB pembangkit PLN itu membangun hutan mangrove di atas lautan sampah. Bahkan, kolam tersebut sudah dikelilingi rimbunnya tanaman mangrove.
"Hutan mangrove (di sekitar Blok Empang Muara Angke) sudah ada sejak 2008. 2010 kami digandeng oleh CSR PJB pembangkit PLN Jawa-Bali untuk melakukan aksi yang lebih besar sampai sekarang," papar Risnandar.

Tunggu Bersih



Selama beberapa hari ke depan, petugas fokus mengangkut sampah yang tak bisa terurai, terutama plastik untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Namun sampah yang bisa terurai akan menjadi media dasar penanaman bibit mangrove.
"Habis ini kita pasang ajir. Ajir itu bambu untuk penanaman pohon nantinya. Setelah pasang ajir, baru kita tanami pohon. Nanti pohon itu kita ikat di ajir itu," tutur Risnandar yang menarget tertanamnya 1000 pohon di kolam tersebut.
Namun, hutan mangrove baru bisa nampak dalam hitungan tahun. Sebab, selama kurang lebih 2 tahu, akar tunjang baru akan muncul dari bibit tanaman mangrove.

"Kalau sudah kurang lebih 2 tahun dari sekarang, akan keluar akar tunjang namanya. Akar tunjang itu nantinya akan menggigit ke dalam tanah melepas ajir," imbuh Risnandar.

Raffi Ahmad Ungkap Ingin Punya Istri Seperti Ayu Ting Ting



Raffi Ahmad dan Cita Citata menjadi bintang tamu dalam sebuah program acara talkshow yang dipandu oleh Ayu Ting Ting. Dalam acara itu, ada segmen di mana suami Nagita Slavina ini mengutarakan candaannya pada Ayu Ting Ting dan Cita Citata sembari bernyanyi.
Raffi Ahmad menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Camila Cabelo berjudul "Havana". Namun, liriknya ia ganti dengan keinginan memiliki dua orang istri.

"Nana oh nana... pengin punya punya punya bini dua. Yang satunya si Ayu, satu si Cita. Supaya ke mana-mana bisa gaya. Biar bisa dibilang cowok perkasa," kata Raffi Ahmad dalam program itu di mana potongan videonya telah diunggah oleh pemilik akun @hera.ayting25 di Instagram.

Candaan



Mendengar lirik lagu yang dinyanyikan Raffi Ahmad, Ayu Ting Ting dan Cita Citata hanya bisa menanggapinya dengan senyum masam dan wajah terheran-heran.
Usai bernyanyi, Raffi Ahmad seolah membela diri dengan menjelaskan bahwa itu hanyalah candaan. "Kan namanya juga nyanyi. Gua nyanyi doang enggak salah," ungkap ayah Rafathar Malik Ahmad ini.
Ayu Ting Ting kemudian mengejek Raffi Ahmad. "Bisa aja lu udang rebon hahaha," imbuh pelantun lagu "Kamu Kamu Kamu" tersebut.

Jadi Sorotan



Candaan mereka kemudian menjadisorotan warganet. "Tapi jujur aja kalau setiap ayy dan mamad satu acara pasti banyak bahan bulian kasian ayu juga acara nya mancing aja sih," kata @ceudiansweet.
"Nice to ayy n affi kalian pekerja seni yg profesional yg baper nonton ny dg hati x... cuma tontonan jgn serius ntar migrain," tambha pengguna akun Instagram @enno2869.







Sabtu, 17 Maret 2018

Pelaku Skimming ATM Ubah Uang Nasabah ke Bitcoin



Penguras dana nasabah bank lewat modus skimming dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) memindahkan uang hasil tangkapannya ke bentuk uang virtual atau bitcoin. Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan kelima tersangka.
"Ketika mengambil uang, mereka jarang diambil cash, semuanya hampir polanya ditransfer. Kemudian setelah ditransfer, ada sebagian yang dipindahkan ke bitcoin," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).
Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan pelaku skimming untuk mempersulit penyidikan. Namun, atas informasi yang didapatkan, para pelaku pun berhasil dibekuk.
"Untuk mempersulit penyidikan yang dilakukan oleh Polri. Namun dari informasi yang masuk kami melakukan beberapa indikasi-indikasi akhirnya tertangkap," kata Nico.
Untuk uang cash sendiri, Polri menyita Rp 70 juta. Yang cash itu biasanya digunakan oleh mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, seperti biaya makan dan hotel.
Polri pun dibantu oleh Bank Indonesia dan Interpol untuk melacak apakah ada uang hasil skimming ATM yang dilarikan ke luar negeri.

Sejak Oktober 2017



Nico menuturkan, para pelaku telah melakukan aksinya sejak Oktober 2017. Mereka beraksi di beberapa lokasi di Indonesia.
"Jadi TKP-nya itu ada di Bali kemudian di Lombok dan ada di Jakarta serta Yogya, jadi mereka keliling Indonesia dan berpindah-pindah, sehingga menyulitkan untuk dilacak," tutur Nico.
Adanya laporan dan kerja sama dari pihak perbankan, Polri pun menangkap pelaku kasus skimming ini.
Pelaku yang tertangkap terdiri dari 5 orang, dengan 3 warga negara Rumania, 1 warga Hungaria, dan 1 warga negara Indonesia. Para WNA datang ke Indonesia menggunakan visa Turis.
Para pelaku ditangkap pada waktu dan di tempat yang berbeda. Lokasi pertama di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB6 No 3 Serpong. Kedua, di Bohemia Village 1 No 57 Serpong. Ketiga, di Hotel Grand Serpong. Keempat, lokasi terakhir, yakni di Hotel De'Max, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.




Pistol Calon Penumpang Meletus di Bandara Kualanamu





Pistol seorang calon penumpang meletus tanpa sengaja di Terminal Keberangkatan, di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Insiden itu terjadi Jumat 16 Maret 2018 petang.
Peristiwa itu terjadi pada area counter check in D-23. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Peluru diduga hanya mengenai plafon atas gedung.
Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengakuinya. Dia mengatakan polisi tengah menyelidiki peristiwa itu.
"Terkait dengan insiden tersebut, telah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sebagai institusi yang berwenang untuk memproses insiden dimaksud," kata Wisnu kepada vipbandarq.biz 
Sabtu (17/3/2018).

Wisnu tidak merinci lebih jauh kronologi insiden meletusnya pistol itu.
Pistol jenis glock dengan magazine dan peluru tersebut diduga milik pejabat Polda Riau yang merupakan penumpang pesawat Lion Air JT-295 tujuan Pekanbaru dengan jadwal keberangkatan pukul 16.45 WIB. Namun, Wisnu tidak membenarkan ataupun membantah dugaan itu.



Sebelum insiden itu, sang penumpang diduga memberikan pistolnya kepada petugas protokoler yang mengurus penitipannya kepada pihak sekuriti Maskapai Lion Air. Saat melaporkan senjata itu, petugas membongkar pistol dan mengarah ke atas plafon gedung terminal keberangkatan. Namun secara tiba-tiba, senjata api itu meletus sekali dan mengenai plafon.
Petugas itu kemudian melaporkan diri ke pihak Avsec, kemudian ke atasannya. Sementara penumpang dan senjata tetap berangkat ke Pekanbaru menggunakan pesawat Lion Air JT-295.
Saat ditanya mengenai kerusakan pada plafon, Wisnu mengaku belum mengetahuinya. "Kami belum melakukan pemeriksaan terhadap dampak insiden dimaksud," kata dia.


Jumat, 16 Maret 2018

Tak ingin uang dalam rekening raib dibobol, coba 4 cara ini

Belakangan, kasus pembobolan rekening nasabah kembali ramai. Baru-baru ini, terdapat belasan nasabah Bank BRI di Kediri, Jawa Timur, yang saldo rekeningnya menghilang. Hilangnya saldo tersebut dikaitkan dengan metode skimming untuk membobol rekening.
Melalui metode skimming, pelaku dapat menggandakan nomor kartu debit nasabah. Caranya, menggunakan alat skimming yang mampu menyalin data pada kartu ATM ketika nasabah memasukkan kartu ke lubang ATM. Bentuk alatnya mirip dengan lubang ATM yang sebenarnya.
Selain itu, pelaku juga menggunakan kamera pengintai untuk mendapatkan PIN nasabah. Nah, dengan kedua cara itu, pelaku pun akan bisa memakai kartu duplikat untuk mencairkan dana.
Anda tentu tidak mau menjadi korban pembobolan rekening. Meski uang nasabah bisa kembali, tetap saja hal tersebut akan mengganggu kondisi finansial Anda untuk sementara waktu. Belum lagi, Anda harus merelakan waktu dan energi ekstra untuk mengurus ini itu ketika hal tersebut menimpa Anda.
Berikut 4 cara mudah agar uang dalam rekening Anda tetap aman, dikutip Cekaja.

Nenek CW yang tinggal bertahun-tahun di hotel ungkap asal usul anak asuh



Penyidik Kekerasan Anak dan Perempuan (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya hingga kini masih memeriksa nenek CW, terkait dugaan penelantaran dan juga kekerasan terhadap lima anak asuhnya di Hotel Le Meridien,Jakarta Pusat. CW didampingi oleh beberapa orang yang diduga sebagai kuasa hukum saat pemeriksaan.
CW menceritakan, ia mengaku menjadi ibu angkat dari lima anak-anak karena prihatin dengan kondisi sosial dan ekonomi keluarga dari anak-anaknya.

"Saya pelihara anak-anak cuma untuk kemanusiaan, nggak ada yang lain," katanya di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3).
Selain itu, dia juga mengaku proses adopsi kelima anak itu juga atas persetujuan orangtua kandung dan keluarganya. Dia juga menyayangkan penyelidikan polisi yang tak mau meminta keterangan keluarga asli dari anak-anak asuhnya.
"Ibunya bisa didatangi. Saya kasih tahu Ibu nya ini di Sumba Barat. Waktu penyerahannya juga neneknya ada sama saya waktu itu. Tapi nggak ditanya polisi," sesalnya.

Anak pertama yang diasuhnya itu berasal dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Lebih lanjut, CW menceritakan orangtua kandung dari salah satu anak asuhnya itu bekerja sebagai pekerja seks komersial. Bahkan, CW mengaku ibu kandung dari anak angkat keduanya itu menderita penyakit HIV dan sudah meninggal dunia.
"Anak kedua, ibunya ngaku PSK dan benar PSK dan sakit HIV. Kemarin saya cek. Boleh catat (alamat tinggal di) Kampung Rawa 2 nomor 31. Ternyata ibunya sudah meninggal karena HIV," katanya.

Menurutnya, semua anak-anak adopsinya bahagia. Bahkan, dalam waktu dekat dia bersama anak-anak akan berangkat ke luar negeri.
"Ini mau berangkat semua ke luar negeri jalan-jalan. Ditulisnya mau jual anak. Sama sekali boleh ngecek. Ini (pemberitaanya) hanya satu pihak sehingga saya stres dan kok aneh begini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menemukan lima anak diduga menjadi korban penelantaran di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2). Kelima anak yang diadopsi CW yakni FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10). CW mengadopsi kelima anak itu sejak 2009. Bahkan, CW sudah bertahun-tahun tinggal bersama lima asuhnya di beberapa hotel di Jakarta. Namun, CW diduga kerap menganiaya selama tinggal bersama kelima anak asuhnya.

Kamis, 15 Maret 2018

Divonis mati, WN Malaysia masih kendalikan penyelundupan sabu ke Lapas Pontianak



Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Barat membongkar upaya penyelundupan 5 kilogram sabu, di Pontianak, dan menangkap 6 orang sindikat narkotika. Satu di antaranya, seorang terpidana mati warga Malaysia yang berada di Lapas Kelas IIA Pontianak, diamankan lantaran diduga sebagai pengendali.
Kasus itu terbongkar setelah kepolisian merazia kendaraan yang melintas di jalan lintas Indonesia dan Malaysia, di Tayan Hulu, Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (12/3) sore lalu. Saat dilakukan penggeledahan sebuah mobil, ditemukan 5 kantong plastik diduga berisi sabu seberat total 5 kilogram.

Orang-orang dalam mobil diamankan, lantaran di dalamnya diduga berperan mengambil barang haram itu dari Malaysia. Pengembangan berlanjut hingga kepada 2 warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak, Darmansyah dan Ong Bok Seong alias Uncle, warga negara Malaysia yang mendekam di Lapas.

"Total ada 6 orang diamankan, di mana 5 adalah WNI dan 1 WNA Malaysia," kata Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan di Pontianak, Rabu (14/3).

Meski di balik jeruji, WN Malaysia terpidana mati berusia 70 tahun itu berperan sebagai pengendali. "Vonis hukuman mati yang bersangkutan sudah inkrah terkait kasus narkoba. Tapi masih melakukan kejahatan yang sama," ujar Didi.
Didi mengatakan, WN Malaysia itu, merupakan salah satu dari 18 pelaku penyalahgunaan narkoba yang divonis hukuman mati di Kalimantan Barat. "Lima kilogram sabu senilai Rp 7,5 miliar ini, dari hasil survei, bisa digunakan sekitar 50 ribu calon pengguna," ungkap Didi.


Masih dijelaskan Didi, pengungkapan jaringan Lapas IIA Pontinak, berkat sinergi yang dibangun Polda Kalbar bersama BNN dan Bea Cukai. "Polda Kalbar sudah komitmen perang dengan narkoba karena sudah meresahkan. Selain itu, narkoba menduduki rangking pertama di Kalbar," terangnya.


Didi juga menegaskan, informasi yang cepat disampaikan masyarakat, sangat membantu petugas. "Penegakkan hukum narkoba di Kalbar sangat keras dan tegas, dengan divonianya 18 pelaku penyalahgunaan narkoba di Kalbar," pungkasnya.

Polisi limpahkan berkas kasus narkoba Roro Fitria ke Kejaksaan



Kepolisian melimpahkan berkas artis Roro Fitria terkait kasus kepemilikan narkoba ke Ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Roro terlibat kasus narkoba dan masih mendekam di rutan Polda Metro Jaya.
"Untuk Roro saat ini sudah selesai pemberkasan, kami serahkan ke Kejati," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/3).

Argo menjelaskan, Kejaksaan sedang mencermati apakah berkas Roro lengkap atau tidak. Menurut mantan Kabid Humas Polda Jatim ini, apabila berkas sudah lengkap atau P21, kepolisian segera melakukan pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang bukti.
"Saat ini dalam tahap penelitian jaksa apakah ada kekurangan atau tidak," ucap Argo.
Seperti diketahui, artis Roro Fitria hingga saat ini masih berproses hukum setelah diciduk polisi terkait kasus narkoba. Artis yang kerap bergaya centil itu saat ini sudah genap satu bulan ditahan polisi setelah ditangkap pada 14 februari 2018 lalu di kediamannya, kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Roro Fitria ditangkap petugas Ditreskrim Narkoba Polda Metro Jaya bersama rekannya berinisial WH karena penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,4 gram.

Selasa, 13 Maret 2018

Polda Jatim: Penangkapan 2 Hacker Surabaya Dibantu FBI



Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, membenarkan adanya penangkapan dua warga Surabaya dua hari lalu. Dua pria asal Surabaya ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya.
"Kami sebatas diberi tahu saja," tutur Kabid Humas Polda Jatim, di Surabaya, Selasa (13/3/2018).
Dari data yang dihimpun dari berbagai sumber, kedua warga Surabaya tersebut diduga adalah hackeryang meretas ratusan sistem elektronik di dalam maupun luar negeri.
Kedua pelaku masing-masing KPS, warga Kecamatan Sawahan, dan NA, warga Kecamatan Gubeng, itu ditangkap di kediamannya pada Minggu 11 Maret.
Polisi menyebut, KPS dan NA masing-masing meretas lebih dari 600 website dan sistem data elektronik di dalam dan luar negeri.
Dari keduanya, diamankan sejumlah barang bukti seperti laptop, gadget, dan modem. Barung mengaku tidak bisa menjelaskan detil karena pihaknya hanya sebatas diberitahu bahwa ada penangkapan di Surabaya oleh Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya dan FBI.

Bobol Sitem 44 Negara



Tiga mahasiswa Surabaya pelaku pembobolan 600 website dalam dan luar negeri ternyata telah meretas sistem di 44 negara. Para hacker yang menjadi bagian dari Komunitas Surabaya Black Hat (SBH) itu melancarkan aksinya dengan menggunakan metode SQL Injection untuk merusak database.
"Total ada 44 negara dan tidak menutup akan bertambah. Ini masih dalam lidik," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengungkap kasus tersebut setelah menerima informasi dari pusat pelaporan kejahatan di New York, Amerika Serikat bahwa terdata puluhan sistem berbagai negara rusak.
Setelah ditelusuri, ternyata pelakunya menggunakan IP Address yang berada di Indonesia, tepatnya Surabaya.
"Kita kerja sama dan mendapat informasi itu. Kita analisa sampai dua bulan berdasarkan informasi dari FBI itu," kata Argo.

Banyak Pemilih Pemula yang Tak Punya E-KTP, Kemendagri Jemput Bola



Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrullah mengatakan, pihaknya akan menjemput bola agar masyarakat segera memiliki e-KTP.
Hal ini menyusul laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyebut masih ada 1.025.577 pemilih yang belum memiliki e-KTP dan surat keterangan (suket) untuk memenuhi syarat sebagai pemilih di Pilkada nanti.
"Kita jemput bola dan mendorong untuk perekaman di kecamatan atau Dinas Dukcapil," ucap Zudan di Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Dia menuturkan, Kemendagri akan membentuk tim jemput bola tersebut di tiap Kabupaten untuk mempermudah. "Tiap kabupaten kita bentuk beberapa tim untuk jemput bola," jelas Zudan.
Dia menyebut, warga yang paling banyak belum merekam data adalah masyarakat berumur sekitar 17 tahun atau pemilih pemula. Maka akan fokus ke sekolah, khususnya di SMA.
"Ini kan yang paling banyak belum rekam adalah pemilih pemula. Maka kita fokus ke SMA," ungkap Zudan.
Namun, dia meminta masyarakat juga aktif. Sebab, hak pilih tidak akan terpenuhi secara keseluruhan ketika hanya pemerintah atau Kemendagri yang mencari penduduk tak memiliki e-KTP.
"Selain itu kita minta masyarakat juga aktif untuk merekam. Kalau masyarakat pasif, kita juga tidak bisa apa-apa," jelas Zudan.

Mudah Terdeteksi

Dia menjelaskan, pemilih pemula sudah masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilihan atau DP4, sehingga mudah terdeteksi.
"Pemilih pemula semua sudah masuk dalam DP4. Hak pilihnya sudah kami akomodasikan dalam DP4," tutur Zudan.
Dia tak bisa memastikan berapa jumlah riil dari pemilih pemula. Hanya kemungkinan ada di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
"Tidak jauh-jauh dari Jabar, Jatim, Jateng yang banyak pemilih pemulanya," tandas Zudan.

Kamis, 01 Maret 2018

Cerita Pilu Jasad Gadis Terikat Akar di Sungai Batanghari

Penemuan Mayat Gadis di Sungai Batanghari
Penemuan jasad gadis terikat akar di Sungai Batanghari sempat bikin heboh warga Dusun Pangkal Bloteng, Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga warga setempat.
Bagaimana tidak, sebelum dibunuh, gadis 18 tahun yang diketahui bernama Dina Wulandari terlebih dahulu diperkosa beberapa kali. Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah luka di bagian tubuh serta organ intimnya.

"Benar-benar tidak manusiawi, tidak beradab. Kami semua sedih, ada warga desa kami menjadi korban pembunuhan keji seperti ini," ujar Umar, salah seorang warga Tebo yang mengaku ikut melihat proses evakuasi korban, saat dihubungi Selasa malam, 30 Januari 2018.
Usai ditemukan pada Kamis pagi, 25 Januari 2018, jajaran Polres Tebo langsung melakukan penyelidikan. Ada enam titik lokasi yang menjadi fokus pengungkapan kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Selang sehari, polisi akhirnya menangkap seseorang pemuda berumur 22 tahun berinisial ST yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sekaligus pemerkosa Dina.
ST, yang juga warga satu dusun dengan korban, ditangkap di persembunyiannya di Kabupaten Sarolangun atau berjarak sekitar dua hingga tiga jam perjalanan darat dari Kabupaten Tebo.
"Ia (tersangka) ditangkap di rumah keluarganya sekitar pukul 02.00 WIB," ujar Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat, melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Wijaya, Selasa, 30 Januari 2018.

Memiliki Kelainan Seks

Roro Fitria Bocorkan 5 Artis Pemakai Narkoba, Siapa Saja?

[Bintang] Roro Fitria

 Polisi terus mendalami kasus narkoba yang melibatkan para artis Tanah Air. Dalam waktu yang berdekatan, sedikitnya ada lima artis yang diciduk terkait narkoba. Di antaranya adalah Roro Fitria, Jennifer Dunn, Fachri Albar, dan yang terbaru Rizal Djibran.

Selama dua pekan di penjara, keterangan dari Roro Fitria terus digali polisi. Termasuk informasi mengenai artis siapa saja yang aktif menggunakan narkoba. Siapa saja?

"Iya (sebut artis lain) itu ranahnya penyidikan untuk kepentingan pengembangan perkara. Jadi, saya tidak bisa sebut, nanti kabur orangnya," kata pengacara Roro Fitria, Irsan Gusfrianto.

[Bintang] Tersandung Kasus Narkoba, 8 Artis Indonesia Ini Ditangkap di Rumahnya


Hal itu dilakukan Roro FItria bukan tanpa alasan. Menurut Irsan, setiap informasi yang diberikan kepada polisi dapat meringankan hukuman Roro Fitria. Makanya, artis 28 tahun itu diminta untuk bersikap terbuka terhadap penyidik.
"Bukannya begitu (masuk penjara bersama). Klien saya ini sudah sejak awal saya bekali bahwa dia harus kooperatif dalam proses hukum," ujar Irsan Gusfrianto.
"Jangan ada yang disembunyikan, karena itu nilai plus buat dia nanti di persidangan. Hal yang meringankan-lah nantinya," ia menambahkan.

Roro Fitria


Hanya saja Irsan enggan membeberkan nama-nama artis yang sudah disebutkan Roro Fitria. "Ada rekan artis, ada yang di luar artis juga. Kurang lebih ada lima nama (yang disebutkan)," tuturnya.

Dianiaya Pacar, Cynthiara Alona Pilih Lakukan Ini

  Cynthiara Alona  belum lama ini menjadi korban penganiayaan mantan kekasihnya. Beberapa bagian wajahnya terutama dekat mata, pelipis dan...