Rabu, 28 Februari 2018

Ini Lho, Artis-artis yang Suka Pakai Sex Toys



Bagi Anda yang menjalani masa muda di era 90-an mungkin mengenal artis panas Anne J Cotto. Wanita yang sering beradegan panas dalam film-filmnya ini dengan terang-terangan mengaku menggunakan sex toys untuk mengusir sepi. Ia membeli sex toys tersebut sejak berpisah dengan suami pertamanya.
"Saya beli setelah pisah rumah itu. Sudah setahun juga kan pisah rumah," ujar Anne yang juga mantan istri Mark Hanuzs, beberapa waktu lalu.
Menurut Anne, wajar saja bila seorang wanita kesepian seperti dirinya menggunakan alat bantu seks. "Buat iseng-iseng saja dan buat mengusir kesepian," jelasnya.
Lalu, di mana Anne J Cotto membeli alat-alat bantu seks itu? "Kalau ke luar negeri saya beli. Nggak punya banyak, cuma punya dua," ujarnya.

2. Shinta Bachir


2. Shinta Bachir
Artis kedua yang memiliki hobi dan menggunakan sex toys adalah Shinta Bachir. Status Shinta sebagai wanita yang sudah pernah menikah dan harus menjalani kesendirian sama sekali tak membuatnya malu untuk mengakuinya. Diakui Shinta, ia memang kerap dilanda keinginan untuk bercinta jika sedang sendiri.

"Biasanya kalau lagi di rumah, pas sendirian gitu. Suka kepikiran untuk seperti itu. Kan saya sebagai wanita yang sudah pernah menikah tentu pernah merasakan itu, sekarang kan saya jomblo," kata Shinta Bachir.

Namun, artis kelahiran Wonosobo, 7 Februari 1986 ini tak lagi memiliki fantasi dan keinginan untuk melakukan hubungan badan dengan pria. Karena sering disakiti pria, gairah Shinta untuk berhubungan seks dengan cowok pun berkurang.

"Daripada saya (ML) sama cowok yang mulutnya ke mana-mana, mending saya pakai mainan saya sendiri kalau lagi pengin," kata bintang film Suster Keramas ini.
3.Tessa Mariska

3.Tessa Mariska
Pedangdut Tessa Mariska mengaku mengkoleksi mainan seks atau sex toys. Perempuan berdada wah ini bahkan rajin berburu barang yang bagi sebagian besar orang dianggap tabu tersebut sampai ke manca negara. Mengenai keasikannya mengkoleksi dildo itu Tessa punya alasan sendiri.

"Dengan ini saya bisa berfantasi dan lebih sehat. Daripada jajan," ujarnya.

Ia merasa sudah bukan jamannya lagi masyarakat menganggap tabu mainan tersebut. Bahkan kini Tessa Mariska tak malu-malu menceritakan cara menggunakan dan merawat dildo, salah satu jenis sex toys. "Ya, gampang aja. Kalau mau pakai, tinggal diolesi minyak pelumas atau baby oil. Setelah dipakai, dibersihkan lalu dicuci dan dikeringkan dengan pengering rambut," lanjutnya.

Hingga saat ini Tessa Mariska mengaku baru mengumpulkan enam buah dildo, yang salah satunya punya keistimewaan sendiri. "Teman saya beli dari Bangkok dan dildonya bisa lomba katak kodok. Ini beda dari yang lain. Memang sih diantaranya ada yang paling panjang," katanya.




4. Dewi Perssik



4. Dewi Perssik
Dewi Persik dikenal sebagai salah satu artis yang terang-terangan bicara soal kehidupa seks-nya.

Meskipun berstatus janda, Dewi Persik rupanya tak pernah khawatir untuk menuntaskan hasrat seksualnya jika ia sedang 'tinggi'. Bukan dengan jalan berhubungan seks bersama pria, namun Dewi Persik mengaku punya alat bantu seks untuk memuaskan hasratnya.

"Kalau saya pengin sesuatu (seks), saya juga punya sesuatu (alat bantu) yang bisa buat saya main," kata Depe.

Alat bantu seks tersebut sering dimanfaatkan Depe untuk membantu menghilangkan rasa sepinya akan belaian seorang pria. Selain itu, Dewi Persik juga mengaku punya koleksi video seks alias video porno untuk ditontonnya.

"Dan saya juga banyak mengumpulkan video-video yang saya suka, ya seperti itu, kita nggak boleh munafik kalau memang itu adanya. Yang pastinya itu benda mati (sex toys), maunya sih yang hidup. Tapi susah nantinya kalau yang hidup," pungkasnya.

5. Julia Perez



5. Julia Perez
Nama Julia Perez juga salah satu artis yang pernah menggunakan sex toys. Terlebih ketika ia harus menjalani kehidupan suami-istri jarak jauh bersama dengan mantan suaminya, Damien Perez yang menetap di Prancis.

"Jujur ya, gue nggak mau munafik. Untuk urusan seks, gua punya toys (alat bantu) sex. Gue sih mikirnya, mendingan pakai alat bantu aja daripada jajan. Toh nikmatnya sama. Gue nggak mau lihat lelaki lain. Puasnya cuma lima menit, tapi setelah itu malah jadi repot. Jadi, lebih aman pakai alat bantu," ujar Jupe.

Jupe mengaku jika dirinya memang bisa melakukannya ketika dirinya sedang ingin. Baginya, kesibukannya di dunia entertainmen tidak serta merta membuatnya lupa akan seks.

"Itu yang gue nggak habis pikir. Kata orang, dengan menyibukkan diri, hasrat seks bisa berkurang. Ternyata gue nggak tuh. Habis pulang kerja dari pagi sampai pagi lagi, kalau lagi kepengen, ya udah. Kalau soal seks, gue sih punya moto begini: Say No to Drugs, Say No to Kleleran, Say Yes to Sex. Yang terakhir perlu digarisbawahi lho ya: ngeseksnya dengan pasangan kita sendiri, suami-istri. Bukan dengan yang lain. Kalau itu gue nggak setuju!," pungkasnya.
6.Ririn Setyarini







6.Ririn Setyarini
Artis Ririn Setyarini, salah satu pemain film Hantu Goyang Jupe-Depe mengaku sebagai pengguna sex toys. Itu dilakukannya asal sesuai dengan petunjuk dan aturan yang disarankan.

"Kalau gue jujur ya, daripada jadi cewek bandel atau nakal lebih baik pakai dildo, itu kan lebih safety dan nikmatnya kurang lebih hampir sama. Itu kalau lagi pengen banget hubungan intim dan nggak punya pasangan ya," ujarnya.

Bagi Ririn bicara seks tidak selalu porno dan tabu selama tepat dalam mengomunikasikannya. Bahkan pendidikan seks juga sudah dipahami masyarakat sebagai sesuatu yang penting. Karena jika salah, seks juga menimbulkan dampak fatal dalam kehidupan. Apalagi kebiasaan gonta-ganti pasangan.

"Nggak (tabu), seks itu nggak ada yang risih, seks itu pendidikan kok buat kita. Kalau kita menilai dengan pikiran positif seks itu sebuah kebutuhan," ungkapnya.

"Daripada gonta-ganti cowok dikira bispak (bisa pakai) mendingan pakai dildo dong, bisa kapan saja. Sejam sekali atau dua kali suka-suka gue dong. Seminggu dua kali, kurang lebih yaa," sambungnya setengah berseloroh.

Bocah 8 Tahun di Bogor Alami Kekerasan Seksual 6 Anak di Bawah Umur



Enam anak di bawah umur diduga memerkosa seorang bocah perempuan berinisial DS, di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Keenam anak tersebut berinisial V (8), VK (6), W (10), R (11), G (6), dan R (9).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hari Suprapto membenarkan adanya kasus pemerkosaan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut. Kasusnya kini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bogor.
"Ya kasusnya memang ada dan sedang didalami," kata Hari saat dihubungi, Rabu (28/2/2018).
Menurut Hari, penanganan kasus pemerkosaan ini harus dilakukan secara hati-hati karena menyangkut anak di bawah umur.
"Karena menyangkut perlindungan anak ya. Kesaksiannya juga belum digali langsung," ucap Hari.
Informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan ini terjadi ketika korban DS, yang baru berusia 8 tahun sedang bermain bersama teman seusianya, antara lain ZR dan CK, pada Selasa, 27 Februari 2018 pagi.
Pihak keluarga yang mengetahui kejadian memilukan ini lantas melaporkannya ke kepolisian setempat.
Sementara, enam pelaku masih dalam pemeriksaan petugas kepolisian. Karena usia para pelaku masih dibawah umur, sejumlah pihak, seperti keluarga korban, ikut mendampingi kasus ini.
"Korban juga sudah dibawa ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan visum," ucap Hari.










Selasa, 27 Februari 2018

Warsito yang hilang di lereng Gunung Merapi ditemukan usai doa bersama digelar




Warsito (33) warga Tridadi, Sleman hilang selama empat hari di lereng Gunung Merapi. Warsito dilaporkan hilang sejak Kamis (22/2) yang lalu. Warsito berhasil ditemukan oleh tim search and rescue unit (SRU) di Pos 2, Paseban Labuhan jalur Kinahrejo pada Minggu (27/2).

Selama empat hari hilang, Warsito ternyata berjalan kaki mengelilingi Gunung Merapi. Bahkan Warsito sempat mencapai puncak Gunung Merapi. Padahal selama naik ke Gunung Merapi, Warsito tak membawa bekal apapun selain sebungkus rokok.

Istri Warsito, Dwi Indri Astuti (34) menuturkan saat hilang, suaminya hanya membawa ponsel dan sebungkus rokok. Selain itu Warsito pun juga hanya membawa pakaian yang dikenakannya saat itu yaitu celana panjang, kaos dan jaket saja.

"Dari cerita suami saya katanya sempat bolak balik dari lereng ke puncak Merapi. Pas hujan sempat naik lagi ke dekat kawah. Katanya anget di sana," ujar Dwi, Selasa (27/2).

Dwi menuturkan saat ini kondisi suaminya masih dalam keadaan bingung. Meskipun demikian kondisi Warsito sudah mulai membaik paska dirawat di RS Panti Nugroho, Pakem.

Dwi menceritakan selama di Gunung Merapi, suaminya tak membawa bekal apapun. Warsito bertahan hidup dengan makan dan minum apa saja yang dilihatnya di gunung.

"(Warsito) minum air hujan, makan kembang (bunga) dan tanaman di Gunung Merapi," kata Dwi.

Dwi menambahkan selama hidupnya, Warsito tak pernah sekalipun memiliki pengalaman naik atau mendaki gunung. Bahkan Warsito juga tak pernah melakukan aktivitas outdoor.

"Enggak pernah naik gunung. Waktu cerita dia cuma jalan lewat sungai terus tiba-tiba sampai puncak (Gunung Merapi)," urai Dwi.

Dwi menuturkan selama proses pencarian Warsito dirinya selalu setia menunggu di Posko SAR yang berada tak jauh dari Bunker Kaliadem. Selain itu, pihak keluarga juga sempat menggelar doa bersama atau mujahadah di rumah juru kunci Gunung Merapi, Mas Bekel Anom Suraksosihono pada Sabtu (24/2) malam. Paska menggelar doa bersama itu, keyakinan Dwi akan ditemukannya Warsito semakin menguat.

"Saya feeling pas mau jalan ke sana (Posko SAR) hari Minggu kemarin, selama perjalanan dari rumah lihat langit itu cerah. Saat tiba, tim SAR datang kasih kabar sekitar jam 13.00 bilang suami saya ketemu, rasanya senang semua, gembira, alhamdulillah selamat," imbuh Dwi.

Terpisah, Khoirul personel search and rescue unit (SRU) 16 mengatakan saat ditemukan Warsito hanya berada 10 meter dari tenda yang didirikan oleh SRU 16 di Pos 2 Paseban Labuhan Dalem jalur Kinahrejo. Saat ditemukan, Warsito dalam keadaan tertidur di pinggir jalan setapak di jalur pendakian Kinahrejo.

"Tempat itu padahal sudah disisir oleh tim. Tapi survivor (Warsito) tak ada di situ. Awalnya dikira anggota SRU 10 yang tengah tertidur. Setelah ditanya-tanya ternyata orang yang tidur itu adalah Warsito yang tengah dicari. Saat ditemukan hanya memakai celana panjang dan jaket tanpa alas kaki," ujar Khoirul






Polri: Selain Hoax dan Hate Speech, Kelompok MCA Juga Sebar Virus



Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap sejumlah tersangka terkait kasus penyebaran berita bohong alias hoax dan ujaran kebencian alias hate speech. Mereka diidentifikasi tergabung dalam kelompok Muslim Cyber Army (MCA).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, kelompok tersebut bukan hanya menyebarkan hoax dan hate speech. Mereka bahkan memiliki kemampuan menyebarkan virus.

"Kalau kena virus itu rusak alat elektronik, handphone kita bisa rusak," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).
Namun, penangkapan tersebut dilakukan berkaitan dengan konten hoax dan hate speech yang disebarkan. Mereka diduga sering memprovokasi masyarakat melalui konten-konten yang disebarkan di sejumlah media sosial.

"Upaya-upaya provokasi itu seperti menyampaikan isu-isu yang negatif tentang PKI, tentang penganiayaan ulama, terus juga dalam tanda petik menghujat pemimpin negara dan beberapa tokoh-tokoh tertentu," kata Iqbal.
Penyidik terus mengusut kasus penyebaran hoax dan hate speech jaringan MCA ini hingga tuntas. Bahkan Polri tengah memburu anggota jaringan tersebut hingga ke luar negeri.
"Ini semua adalah upaya harkamtibmas agar keamanan dan ketertiban masyarakat di republik ini stabil, apalagi menjelang tahun politik. Kami akan mengejar siapa pun yang ada di belakang ini," Iqbal menegaskan.



Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya terus mengejar dalang di balik penyebaran hoax dan ujaran kebencian anggota MCA ini. Bahkan, Polri tengah memburu terduga pelaku hingga ke Korea Selatan.
"Tim sudah bergerak juga melakukan pengembangan. Ada satu tersangka yang sudah kita kejar, tidak di Indonesia. Benar (Korsel) salah satunya," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).
Hanya saja, Iqbal enggan mengungkapkan lebih rinci berapa jumlah orang yang tengah diburu di luar negeri terkait kasus ini penyebaran hoax dan ujaran kebencian.
"Ini semua adalah upaya harkamtibmas agar keamanan dan ketertiban masyarakat di republik ini stabil apalagi menjelang tahun politik," ucap dia.

Senin, 26 Februari 2018

Pembunuh Mantan Wakapolda Sumut Orang Dalam? Ada 4 Fakta



Misteri pembunuhan terhadap mantan Wakapolda Sumut Kombes (Purn) Agus Samad mulai terungkap.
Diduga kuat, pria umur 71 tahun yang jasadnya ditemukan di belakang rumahnya Perum Bukit Dieng Permai Blok MB 9, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jatim, Sabtu (24/2), dibunuh “orang dalam”.
Indikasi itu terlihat dari potongan-potongan fakta yang ditemukan saat olah TKP (tempat kejadian perkara).
Sumber Jawa Pos Radar Malang di internal kepolisian mengungkap beberapa temuan yang bisa jadi petunjuk mengidentifikasi pelaku.
Pertama, silet cukur yang diduga dipakai untuk menyayat paha dan urat nadi kedua lengan korban merupakan silet bekas.
Bukan silet baru yang dibeli pelaku dari luar, lantas mendatangi rumah korban dan membunuhnya. Kesimpulan bahwa silet itu bekas karena kondisinya sudah berkarat.
Kedua, K-9 atau anjing pelacak yang menyisir rumah duka di Perum Bukit Dieng Permai MB 9 sudah mengendus jejak pelaku.
Ada kesamaan antara jejak pelaku yang tertinggal dengan orang yang kerap memakai sepeda motor di garasi rumah korban.

Minggu, 25 Februari 2018

Tamatan SD Jadi Otak Komplotan Sopir Taksi Online Pengangkut 'Tuyul'



Berharap untung besar tanpa kerja keras, sekelompok pengemudi taksi onlinedi Kota Medan, Sumatera Utara, mencari jalan pintas. Mereka membobol jaringan agar bisa mengangkut 'tuyul' dan mendapatkan duit.
Otak pembobolan jaringan ternyata hanya seorang tamatan Sekolah Dasar (SD) berinisial SS (30), warga Jalan Karet Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Ia membuka jalan bagi tujuh sopir taksi online Grab berinisial A(40), AG (38), DDH (38), KS (36), SS (30), DS (29), YAG (29), dan AP (28).
Polrestabes Medan yang mendapat laporan tentang pengemudi Grab yang menjalankan orderan fiktif berhasil menangkap tujuh sopir taksi online itu beserta pembobol jaringan pada Senin, 19 Februari 2018.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, laporan diterima pihaknya pada Sabtu, 10 Februari 2018. Dari laporan yang masuk, pihaknya lalu menyelidiki kasus itu untuk membongkar aksi komplotan sopir taksi online tersebut.
Pada 19 Februari 2018, penyelidikan pihak Polrestabes Medan membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan delapan pelaku order fiktif itu di sebuah warung kopi yang berada di Jalan Melati Raya, Medan Tuntungan.
"Motifnya, mereka ingin mendapat bonus dari Grab tanpa susah payah," kata Dadang, Kamis, 22 Februari 2018.
Modus para sopir taksi online adalah menjebol sistem keamanan pada ponsel android dan memasukkan aplikasi GPS untuk menjalankan order fiktif itu. Berdasarkan interogasi, para sopir mengaku mereka baru saja beraksi.
Ada yang mengaku baru tiga bulan. Ada juga yang mengaku sudah empat bulan. "Ada yang ngaku mendapatkan keuntungan lumayan, berkisar Rp 700 ribu, bervariasi," ucapnya.






Dadang mengatakan saat ini masih mengembangkan kasus itu dan mencari sindikat dengan modus serupa.


Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti sejumlah laptop, puluhan unit handphone, kartu ATM, dan empat unit mobil. Mereka kini terancam hukuman penjara sembilan tahun.


"Mereka dijerat pasal 30, Pasal 32, Pasal 46, Pasal 35 dan Pasal 51 UU RI No 19 Tahun 2016 menyangkut Informasi Transaksi Elektronik (ITE)," Dadang mengungkapkan.


Sementara, Kepala Operasional Grab Regional Sumatera Utara Nirwanto Konsono menyebut jika tindakan yang dilakukan para pelaku menyebabkan pihaknya merugi hingga ratusan juta rupiah.


Ia mengatakan sangat mengapresiasi upaya polisi yang berhasil mengungkap komplotan sopir pengangkut tuyul atau orderan fiktif di Kota Medan. Ia juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian di beberapa daerah di Indonesia.


"Kita kerja sama dengan pihak kepolisian di beberapa daerah, seperti Medan, Jakarta tentunya, kemudian Makassar, dan Surabaya," kata Nirwanto.









Aksi Sadis Tersangka Pembunuh Gadis Terikat Akar di Batanghari



Warga Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi baru saja dihebohkan atas penemuan jasad gadis terikat akar di Sungai Batanghari. Nahasnya, gadis malang tersebut diduga kuat merupakan korban pembunuhan disertai pemerkosaan.
Yang lebih miris lagi adalah cara pelaku membunuh gadis ayu tersebut. Usai diperkosa beberapa kali, tubuh korban diikat menggunakan akar pohon untuk kemudian ditenggelamkan bersama sepeda motor milik korban di sungai Batanghari yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Diduga saat diikat dan ditenggelamkan, korban masih dalam keadaan hidup.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 25 Januari 2018 lalu. Sebelum ditemukan meninggal, Dina sempat pergi mengantar adiknya ke sekolah pada pagi hari. Namun hingga beranjak siang, ia tak kunjung pulang.
Keluarga yang khawatir lalu mencarinya bersama warga. Akhirnya, jasad gadis 18 tahun itu berhasil ditemukan pada Kamis siangnya.
Usai penemuan jasad Dina, jajaran Polres Tebo langsung menyelidikinya. Sedikitnya ada enam titik lokasi yang menjadi fokus pengungkapan kasus tersebut. Kecurigaan akan tindak kejahatan muncul karena pada tubuh korban ditemukan beberapa luka mulai dari wajah hingga organ intimnya.

Selang sehari, polisi berhasil menangkap seorang pemuda berumur 22 tahun bernama Satar alias ST yang diduga kuat sebagai pembunuh sekaligus pemerkosa Dina. Ia ditangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Sarolangun yang berjarak sekitar dua hingga tiga jam perjalanan darat dari Kabupaten Tebo.

"Tersangka masih kita periksa lebih lanjut," ujar Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Wijaya, Rabu, 31 Januari 2018.



Dari hasil pemeriksaan polisi, ST mengakui telah membunuh Dina. Tak hanya membunuh, ST terlebih dahulu juga memperkosa korban dengan keji.
Saat beraksi, pelaku yang memang kenal baik dengan korban karena tinggal satu dusun awalnya berpura-pura ingin menumpang sepeda motor korban. Saat itu, korban baru saja pulang mengantar adiknya ke sekolah.
Namun, di tengah jalan korban dipukul dan dibanting hingga pingsan. Saat pingsan itulah, ST memperkosa dan menyodomi korban beberapa kali.
Usai puas menjalankan aksinya, ST lantas memapah tubuh Dina menggunakan akar pohon kemudian menenggelamkannya bersama sepeda motor milik korban di Sungai Batanghari yang memang tidak jauh dari lokasi kejadian. Diduga korban masih dalam kondisi hidup saat diikat dan ditenggelamkan ke dalam sungai dengan kedalaman sekitar lima meter.
Kepada polisi, ST juga mengaku sudah memiliki kelainan seks sejak kelas tiga sekolah dasar. Yakni, berhubungan secara anal atau sodomi. "Menurut tersangka, kelainan (seks) ini dari pengalaman pribadinya," ujar Hendra.
Kini, ST tengah menjalani proses hukum lebih lanjut dan ditahan di Mapolres Tebo. Ia juga dijerat pasal berlapis, yakni pembunuhan dan pemerkosaan sesuai dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 291 KUHP subsider Pasal 285 KUHP lebih subsider Pasal 286 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.













Jumat, 23 Februari 2018

Sabu 1,6 Ton dan Tersangka Tiba di Bandara Soetta



Sabu 1,623 ton dan empat tersangka berkewarganegaraan asing yang tertangkap di Batam, Kepulauan Riau, tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Mereka mendarat dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
"Pelaku dan barbuk (barang bukti) sabu 1,6 ton sampai di Terminal Kargo Bandara Soetta pukul 10.36 WIB dengan pesawat GA 153," kata Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Yusep Gunawan, saat dihubungi, Sabtu (24/2/2018).

Keempat tersangka diborgol selama perjalanan hingga tiba di bandara dan mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian.
"Pengawalan ketat dari kepolisian," lanjut Yusep.
Sebelumnya, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam menyerahkan barang bukti 1,623 ton sabubersama empat tersangka WNA ke penyidik Subdit IV Narkotika Bareskrim Polri di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (21/2/2018).
"Ini proses formal, penyerahan barang bukti dan tersangka ke Mabes Polri karena penindakan dilakukan bersama-sama Bea Cukai dan Polri," kata Kepala Bea Cukai Batam Susila A Brata di Mapolda Kepulauan Riau (Kepri).
Susila mengatakan, setelah penyerahan barang bukti sabu dan tersangka, maka kasus penyelundupan sabu 1,6 ton itu kemudian ditangani Polri.
"Berikutnya penyidikan, kami serahkan kepada Tim penyidik Mabes Polri. Sampai di lapangan penyidikan sepenuhnya dilanjutkan ke Mabes," kata dia.

Kamis, 22 Februari 2018

Barcelona Belum Puas dengan Kontrak Baru Messi



Pada November 2017, Barcelona sudah memperpanjang kontrak pemain bintangnya, Lionel Messi. Pemain Timnas Argentina itu menyepakati kontrak baru hingga 30 Juni 2021.
Namun demikian, manajemen Los Blaugrana, sebutan Barcelona, belum puas dengan kontrak baru Messi. Mereka ingin memperpanjang kontrak pemain andalannya itu.

"Messi sudah punya kontrak empat tahun bersama kami. Tapi, saya dapat meyakinkan Anda kalau itu bukan yang terakhir dia bersama kami," ucap Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, dilansir dari Bloomberg.
Bartomeu berharap Messi mau menambah durasi kontraknya di Camp Nou. Barcelona tak mau kehilangan suami Antonella Roccuzzo tersebut.
Terlebih lagi, banyak klub bergelimang uang seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain yang mengincar tanda tangan striker Barcelona sejak 2004 tersebut.



Bartomeu berharap Messi mengikuti jejak Andres Iniesta. Kapten Barcelona itu menyepakati kontrak seumur hidup bersama Los Blaugrana.
"Andres Iniesta merupakan contoh. Kami mengingkan dia di sini, bukan hanya sebagai pemain saja, tapi sebagai legenda di masa depan," ujarnya.
"Kami adalah klub yang bertaruh di dunia sepak bola. Kami juga memiliki gaya bermain yang unik dan Messi merupakan pemain terbaik dunia, andalan kami," kata Bartomeu menegaskan.









Gelandang Arsenal Sindir Mourinho?



Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan mengaku betah berada di klubnya saat ini. Mkhitaryan mengatakan, dirinya menyukai gaya permainan yang diusung Arsenal.

"Bagi saya, saya selalu suka sepak bola menyerang. Tak mudah untuk selalu bertahan," kata Mkhitaryan seperti dilansir Sports Mole.
Pernyataan Mkhitaryan ini membuat publik menyangka kalau ia sedang menyindir mantan manajernya di Manchester United (MU), Jose Mourinho. Pasalnya, Mourinho dinilai membuat MU terlihat membosankan dengan permainan bertahan.
Mourinho pula yang tak menjadikan Mkhitaryan pilihan utama di MU sebelum akhirnya dilepas ke Arsenal. Mkhitaryan hengkang ke Arsenallewat pertukaran dengan Alexis Sanchez.

"Saya sangat senang berada di sini. Menyenangkan bisa memainkan sepak bola menyerang dan menjadi bagian dari Arsenal," ujar Mkhitaryan.



Meski baru sebentar berada di Arsenal, Mkhitaryan ternyata sudah paham mengenai cara bermain tim barunya. Gelandang asal Armenia ini menilai, Arsenal punya kemiripan dengan klub lamanya, Borussia Dortmund.
"Saat saya bermain di Borussia Dortmund, mereka memainkan sepak bola menyerang dan sepertinya Arsenal dan Dortmund sedikit mirip," ujar Mkhitaryan.

"Melakukan yang terbaik bagi tim itu sangat diperlukan. Ketika Arsenal bermain sepak bola menyerang, saya mencoba memberikan seluruh kemampuan saya untuk tim," kata Mkhitaryan menambahkan.













Rabu, 21 Februari 2018

Datang ke Bali, Bule Jerman sembunyikan sabu di celana dalam



Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman berinisial SKAR (56) diamankan petugas Bea Cukai Ngurah Rai Bali, karena kedapatan menyelundupkan heroin. Pelaku menuju ke Bali dengan menumpang maskapai penerbangan Qatar Airways QR-962 rute Doha-Denpasar.
Husni Syaiful, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT mengatakan, barang yang dibawa pelaku terdiri dari heroin, amphetamine, morfin dan Diazepam. Pelaku menyembunyikan barang-barang tersebut di beberapa tempat barang bawaan, termasuk celana dalam.

"Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan yang berupa koper hitam, penumpang kedapatan memiliki satu plastik klip bening berisi bubuk berwarna coklat yang diduga sebagai sediaan narkotika jenis heroin, dengan berat kotor 6,78 gram dan disembunyikan di antara tisu dengan kemasan yang bertuliskan Sinupret Extract," ucapnya di Aula Kantor Bea Cuka Ngurah Rai, Kamis (22/2).

Di dalam tas pelaku yang berprofesi sebagai seorang designer ini, petugas juga mendapati satu botol kecil berisi bubuk putih yang diduga sebagai amphetamine dengan berat kotor 2,57 gram.

"SKAR juga kedapatan membawa 18 butir obat yang diduga mengandung morfin yang disimpan di dalam tas kecil berwarna coklat bertuliskan Chiang Mai Walking Street. Ditemukan pula lima butir obat tanpa kemasan yang juga diduga mengandung morfin dan 30 butir obat di dalam kemasan bertuliskan Diazepam," jelas Husni.
Pelaku kooperatif ketika petugas menanyakan keberadaan barang bawaan sejenis lainnya, dengan menunjukkan satu plastik klip berwarna hitam berisi bubuk coklat yang diduga sebagai sediaan heroin dengan berat kotor 1,21 gram, yang disembunyikan di dalam celana dalam yang dikenakan.
Saat ini, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke Polda Bali untuk penyelidikan dan pengembangan selanjutnya.
"SKAR diduga melakukan pelanggaran Undang-undang nomor 10, tahun 1995 tentang kepabeanan jo Pasal 113 ayat (1). Undang-undang nomor 35, tahun 2009 tentang Narkotika dengan kemungkinan tuntutan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," tutup Husni.

Selasa, 20 Februari 2018

Ahok Hadirkan 2 Saksi pada Sidang Cerai Pekan Depan, Siapa?




Sidang Pledoi Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menunjuk dua saksi untuk berbicara di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara, pekan depan. Mereka akan dihadirkan dalam sidang cerai Ahok dan istrinya, Veronica Tan.

Kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur mengatakan, agenda persidangan selanjutnya masih dalam tahap pembuktian. Dia berencana menghadirkan dua kerabat Ahok guna memperkuat gugatan.

"Banyak kandidat saksi. Cuma sekarang mengerucut menjadi dua," ujar Josefina, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Senin, 19 Februari 2018

Jepang akan Bangun Gedung Tertinggi di Dunia dari Kayu

Gedung tertinggi di dunia yang terbuat dari kayu, W350, rencananya akan dibangun di Jepang.

Sebuah perusahaan Jepang berencana membangun gedung tertinggi di duniayang terbuat dari kayu, untuk menandai ulang tahunnya yang ke-350 pada 2041.
Perusahaan tersebut, Sumitomo Forestry, mengatakan bahwa 10 persen gedung yang memiliki 70 lantai itu akan dibuat dari baja. Untuk dapat menyelesaikan bangunan itu, dibutuhkan 180.000 meter kubik kayu -- cukup untuk membuat 8.000 rumah.

Menurut Sumitomo, gedung tertinggi di dunia berbahan kayu setinggi 350 meter itu akan tahan terhadap gempa yang biasa mengguncang Tokyo.

Gedung berjuluk W350 itu nantinya akan digunakan sebagai perkantoran, tempat belanja, hotel, dan hunian.
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung itu ditaksir mencapai 600 miliar yen atau sekitar Rp 76,2 triliun.
Jumlah tersebut sekitar dua kali biaya yang diperlukan untuk membangun gedung pencakar langit konvensional.
Menurut laporan The Guardian, saat ini blok setinggi 53 meter yang merupakan flat mahasiswa di Vancouver, Kanada, menjadi gedung tertinggi di dunia yang berbahan kayu.

Menara Burj Khalifa yang menjulang di Dubai tak lama lagi harus melepas gelarnya sebagai bangunan tertinggi di dunia kepada Jeddah Tower -- dahulunya Kingdom Tower -- milik Arab Saudi.
Melalui pernyataan tertulisnya pada 2015, Arab Saudi mengungkapkan bahwa Jeddah Economic Company dan Arabia’s Alinma Investment telah menandatangani kesepakatan finansial sebesar Rp 17 triliun untuk pembangunan Jeddah Economic City Project -- termasuk di antaranya Jeddah Tower yang akan menjadi bangunan tertinggi di dunia.
Pencakar langit setinggi 1.000 meter itu rencananya akan dibuka pada tahun 2019. Sebagai perbandingan, Burj Khalifa memiliki ketinggian 827 meter atau dengan kata lain 173 meter lebih rendah dari pencakar langit terbaru tersebut.
Perusahaan arsitektur Adrian Smith & Gordon Gill berpusat di Chicago membuat desain menara Jeddah Tower.

Konsisten di Tes Pramusim Kedua, Marquez Siap Mengancam

Marc Marquez saat menjalani tes di Buriram, Thailand 2018.

Konsisten berada di posisi-posisi atas tes pra-musim kedua di Buriram, Thailand, Marc Marquez menyebut dirinya siap untuk memulai musim 2018. Pemegang juara dunia 2017 ini, nampaknya bakal menjadi ancaman buat rival-rivalnya.
Menjadi tercepat keempat pada hari terakhit tes dan menduduki posisi ketiga secara keseluruhan, Marquez bisa memilih mesin Honda dengan tepat untuk musim depan, dan terus menguji swingarm karbon terbaru, yang menurutnya memiliki beberapa keuntungan.
"Sejak Valencia kita pakai komponen itu dan ini berbeda. Kami mencoba untuk menganalisanya. Ada beberapa hal positif, beberapa negatif. Kami mencobanya di sirkuit berbeda beberapa kali,” ujar Marquez mengutip Crash.net, Minggu (19/2/2018).
Kembali menekankan pernyataannya pada kekuatan swingarms yang baru, Marquez kembali percaya diri dan senang.  "Saya akan mempertahankan ini untuk saya. Membuat grip sedikit lebih baik, tapi kemudian dengan ban bekas, membuatnya goyang terlalu banyak. Kita perlu mencari jalan," tutur Marquez.

Secara kseluruhan, Marquez mengaku sudah siap, di mana dirinya bersama tim sedang terus berusaha memperbaiki performa tunggangannya.
"Iya saya merasa siap, kami sedang bekerja. Tentu beberapa tes lagi mungkin akan lebih mebuat kami siap. Tentu saja kami akan berada di Qatar dan mungkin pada hari terakhir di sana, saya kembali akan mengeluhkan satu masalah, karena memang setiap sirkuit punya perbedaan sendiri-sendiri,” ujar Marquez.
"Dua hari sudah cukup (tes). Kemarin semua pebalap memiliki formasi yang bagus, tapi pada seri di Qatar nanti akan menarik untuk melihat di mana kami berada. Pasalnya ini adalah salah satu sirkuit yang berat dan membuat kami berjuang lebih banyak," tutur Marquez.

Dianiaya Pacar, Cynthiara Alona Pilih Lakukan Ini

  Cynthiara Alona  belum lama ini menjadi korban penganiayaan mantan kekasihnya. Beberapa bagian wajahnya terutama dekat mata, pelipis dan...