Rabu, 02 Mei 2018

Dianiaya Pacar, Cynthiara Alona Pilih Lakukan Ini

Cynthiara Alona

 Cynthiara Alona belum lama ini menjadi korban penganiayaan mantan kekasihnya. Beberapa bagian wajahnya terutama dekat mata, pelipis dan bibir, tampak membiru.

Namun Cynthiara Alona memilih untuk tidak melaporkan mantan kekasihnya itu ke polisi. "Karena kita ada hubungan spesial, menurut aku enggak perlu lah (lapor polisi)," ujar Alona saat tampil menjadi bintang tamu sebuah talkshow.

Pertengkaran antara dirinya dan kekasihnya saat itu boleh dibilang cukup hebat. Cynthiara Alona sendiri pun sempat memberikan perlawanan.
"Aku orangnya apa adanya dan aku orangnya jujur. Aku mukul balik. Aku enggak terima dipukul. Dalam arti, aku sangat mencintai diriku sendiri, kenapa aku dipukul, kenapa aku disakiti," paparnya.

Diancam Rp 10 Triliun

Cynthiara Alona (Foto: Instagram).
Pria yang tak diketahui namanya itu juga mengancam akan menuntut uang sebesar Rp 10 triliun jika Cynthiara Alona melaporkan kejadian ini ke polisi. Itu sebabnya, Alona memilih untuk tidak membeberkan siapa nama dan wajah mantan kekasihnya ke publik.
"Kan shoot-nya dia untuk filmnya itu ada yang mengambil salah satu wilayah di Indonesia dan belum selesai. Aku kan sudah keluar dari kontrak itu. Kalau sampai itu terjadi, maka dia akan menuntut aku Rp 10 triliun," jelasnya.

Mengakhiri Hubungan

Cynthiara Alona


Sedih pastinya dirasakan Cynthiara Alona ketika dirinya mendapat perlakuan kasar dari pria yang dicintainya. Artis 32 tahun itu memutuskan mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih yang diketahui adalah warga Amerika Serikat.

Tidak Trauma

Cynthiara Alona

Di sisi lain, Cynthiara Alona mengaku tidak trauma untuk jatuh cinta lagi. Menurut Cynthiara Alona, trauma hanya akan membuat dirinya menyimpang.
"Kalau aku trauma, nantinya aku akan menjadi penyuka sesama jenis. Jadi yang lalu biarlah berlalu, tutup buku, saat ini saya harus move on, enggak melihat ke belakang dan saya harus mendapatkan yang lebih baik," ungkap Alona.


Selasa, 01 Mei 2018

Demi Cantik bak Barbie, Kumalasari Habiskan Rp 4 Miliar



Kumalasari,kini memiliki bentuk tubuh yang aduhai. Langsing, semampai, dan wajahnya pun kini seperti boneka Barbie.
Namun, siapa sangka, dirinya pernah memiliki berat badan lebih dari 100 kilogram. Itu diungkapkan Kumalasari saat menjadi bintang tamu di acara Hotman Paris Show, beberapa waktu lalu.

Tak mau lagi punya badan gemuk, berbagai cara pun dilakukan Kumalasari untuk mendapatkan tubuh langsing dan cantik.
"Dulu beratku lebih dari 100 kilogram kan, itu tahun 2000. Akhirnya hidungku dilaser biar letusin lemaknya," kata Kumalasari dalam sebuah video yang diunggah oleh akun acara talk show ini di YouTube.
Sakit Hati



Keinginan Kumalasari untuk memiliki tubuh langsing seperti sekarang, lantaran dirinya sakit hati selama berada di lokasi syuting.
"Mungkin karena sakit hati. Diskriminasi banget di lokasi syuting. Karena perannya jadi pembantu enggak boleh pakai makeup bermerek. Kalau artis lain boleh," kenangnya kala berperan sebagai pembantu dalam sinetron Bidadari.

Empat Miliar Rupiah



Istri Galih Ginanjar ini pun tak menampik bahwa dirinya telah menghabiskan dana tak sedikit agar bisa memiliki tubuh seperti sekarang ini. "Empat miliar, itu benar," tambahnya.

Pasang Implan




Meski sudah memiliki hidung mancung, hal ini tak membuat Kumalasari puas. Ia pun melakukan filler di batang hidung.

"Awalnya di-filler di batangnya aja. Tapi karena sudah infeksi karena filler, akhirnya dikuret sampai bernanah hingga ujung hidung. Jadinya dipasang implan sedikit biar tidak terjadi kebutaan," lanjutnya.

Gila Olahraga



Selain hidung, dagu Kumalasari pun disuntik untuk menghancurkan lemak. Sementara pipinya dilaser, dengan cara dibakar langsung lemaknya. Agar terlihat tirus, ia pun melakukan tanam benang.
Sementara, untuk mendapatkan tubuh yang seksi, Kumalasari mengaku tak melakukan operasi apa pun.

"Aku itu olahraganya gila banget, sehari bisa enam jam. Aku terinspirasi dari Jennifer Lopez, jadi aku melakukan yang dilakukannya. Dan itu sudah delapan tahun," pungkasnya.

Jumat, 23 Maret 2018

HEADLINE: Semburan Gas Beracun Kawah Ijen, Pertanda Apa?



Rabu malam, 21 Maret 2018, suasana di Desa Kalianyar, di Kecamatan Ijen mendadak mencekam. Puluhan warga tiba-tiba merasa tenggorokannya pahit dan kering. Dada pun sesak, seakan ada yang menyumbat jalur napas.
Para korban mengeluh mual hingga muntah-muntah. Badan lemah lunglai. Setelah diusut, penyebabnya adalah gas beracun yang muncul dari letupan di Kawah Ijen.
Gas beracun itu diduga terbawa embusan angin ke barat, ke arah Bondowoso. Dugaan lain menyebut, zat mematikan itu dibawa aliran Kalipahit (Banyupahit) yang hulunya di wilayah Kawah Ijen.
Ada 30 orang yang keracunan. Para korban kemudian dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Untung tak ada korban jiwa. Nasib warga lebih beruntung dari sejumlah hewan ternak yang mati tercekik gas beracun dari Kawah Ijen.



Keluarnya gas beracun dari Kawah Ijen sejatinya bukan hal luar biasa, demikian menurut ahli vulkanologi, Surono. Yang tak biasa adalah penyebarannya yang relatif jauh.
"Pasti ada masalah karena biasanya warga biasa-biasa saja. Tentunya ada sesuatu yang tak beres, bisa saja gasnya terlalu banyak," kata dia kepada VIPBANDARQ.BIZ, Kamis (22/3/2018).Pria yang akrab dipanggil Mbah Rono itu mengungkapkan, sebenarnya jarak permukiman warga dengan Kawah Ijen sudah aman. "Kecuali ada warga yang mendekat ke kawah itu," kata dia.
Namun, jika ada embusan atau aktivitas tekanan yang meningkat, gas bisa menyebar lebih jauh. "Apalagi sekarang musim hujan. Karena tekanan yang terlalu tinggi, gas bisa melayang setinggi manusia," kata dia.

Surono mengatakan, gas yang keluar di Kawah Ijen jauh lebih berbahaya daripada gunungnya. "Karena gasnya mematikan. Kalau terlalu banyak dihirup oleh manusia, nantinya bisa mematikan," kata dia.
Sementara, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM Kasbani mengatakan, potensi gas yang keluar dari kawah Ijen selalu ada.
"Ini letupan kecil, ada danau kawah dan banyak gas. Kita belum pastikan ini kenapa," kata dia ketika dihubungi VIPBANDARQ.BIZ


Saat ditanya apakah semburan gas Kawah Ijen adalah pertanda gunung akan meletus, Kasbani mengatakan, dari aktivitasnya belum ada tanda-tanda ke arah itu. "Karena bisa saja ini cuma sesaat," kata dia. "Besok kita lihat, yang jelas dari aktivitas vulkanik tidak terlalu signifikan."

Kasbani mengatakan, tim ahli dari PVMBG setempat sudah diturunkan ke lokasi semburan gas beracun untuk mengamati kejadian. Sedangkan tim dari Bandung akan dikirimkan ke lokasi pada Jumat, 23 Maret 2018.



Kasbani menjelaskan, sejak awal, pihaknya sebenarnya sudah merekomendasi pihak yang tidak berkepentingan menghindari lokasi Kawah Ijen. Sebab, saat musim perubahan cuaca antara musim hujan dan kemarau terkadang muncul letupan gas.









































































Kamis, 22 Maret 2018

Polri: Bayar SKCK Online Tetap Rp 30 Ribu



Polri bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan sistem pembayaran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara online. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, bayarnya tetap sama yakni Rp 30 ribu.
"Bayar Rp 30 ribu itu langsung disetor ke BRI," kata Setyo.
Pembayaran SKCK online diadakan setelah Polri membuat nota kesepemahaman (MoU) dengan Bank Rakyat Indonesia di Ballroom Tiara, Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2018).
Menurut Setyo, pembayaran SKCK online merupakan salah satu inovasi Polri dalam bentuk pelayanan berbasis IT.
"Salah satu ya, karena ada beberapa yang lain juga seperti Korlantas kemudian di divisi lain juga ada," kata Setyo.
SKCK online ini dibuat untuk mempermudah masyarakat membuat SKCK. Setidaknya untuk meminimalisir biaya pembuatan SKCK.
"Semoga apa yang disampaikan Pak Kabaintelkam tadi menjadikan masyarakat lebih mudah, lebih murah ya, karena biaya ongkos ke kantor polisi bolak-balik itu bisa dipangkas. Tapi tentunya tetap mengutamakan keamanan," ujarnya.
Membantu Masyarakat
Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Sis Apik Wijayanto mengaku, tak ada investasi khusus dalam membuat pelayanan publik SKCK secara online. Karena pihaknya ingin memanfaatkan hubungan yang ada dengan Polri, sekaligus membantu masyarakat.
"Kebetulan kita mitra Polri dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat, yang kami inginkan adalah nasabah BRI bisa mudah membayar dimana saja. Jadi BRI kami tidak memberikan pembebanan biaya kepada nasabah BRI untuk melakukan pembayaran ATM ataupun teller," ujar Wijayanto.





Hari Air Sedunia, Polwan Cantik Bersihkan Sungai Kotor



Berbagai cara dilakukan untuk memperingati World Water Day atau Hari Air Sedunia yang jatuh pada hari Kamis, 22 Maret 2018. Salah satunya seperti yang dilakukan anggota Polisi Wanita (Polwan) Polresta Solo yang membersihkan sampah di Sungai Gajah Putih di Solo.
Puluhan anggota Polwan Polresta Solo dengan seragam dinas lapangan tampak turun dari bus. Selanjutnya, mereka berbagi tugas untuk membersihkan sampah maupun kotoran yang ada di Sungai Gajah Putih di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu, 21 Maret 2018.
Sebagian personel Polwan tampak turun ke sungai, sedangkan yang lainnya membersihkan rumput di bagian dinding bibir sungai. Selama melakukan kegiatan bersih sungai, mereka memakai alat bantu bambu untuk memunguti sampah yang sulit dijangkau. Selanjutnya sampah yang mengotori sungai itu dimasukkan ke dalam plastik.
Kegiatan bersih-bersih sungai dalam memperingati Hari Air Sedunia itu juga menjadi pusat perhatian warga sekitar maupun para pengendara jalan yang sedang melintas di Jalan Ahmad Yani, Solo. Bahkan, sejumlah masyarakat tampak mengabadikan momen ketika para petugas Polwan bersih-bersih sungai.

Polwan Tidak Takut Kotor


Salah satu anggota Polwan Polresta Solo, Bripda Endah Eka Putri, mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada Kamis, 22 Maret 2018. Meski harus membersihkan sampah di sungai, ia mengaku tidak risi, justru malah menyenangkan karena bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Ini bagian dari kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar. Kami tidak takut kotor, kami akan senang jika sungai itu bersih," kata dia di sela-sela acara kegiatan membersihkan Sungai Gajah Putih, Solo, Rabu, 21 Maret 2018.
Saat mengikuti kegiatan membersihkan sampah di sungai, Bripda Endah pun harus turun ke sungai. Nahas, saat mencoba memunguti sawah di bagian tengah alur sungai, ia malah tercebur sehingga seragamnya pun basah. “Tadi sempat terpeleset dan basah, tetapi itu tidak apa-apa,” ucapnya.
Libatkan 30 Personel Polwan

Sementara itu, Ketua Tim Polwan Polresta Solo Iptu Umi Supriati mengatakan, anggota Polwan Polresta Solo memilih memperingati Hari Air Sedunia dengan membersihkan sungai. Hal ini dilakukan karena kondisi sungai tersebut cukup kotor sehingga dikhawatirkan akan mencemari lingkungan sekitar.
"Sungai ini kan dekat dengan permukiman jadi kalau kotor nanti bisa mencemarinya," kata dia.
Selain melakukan kegiatan bersih sungai, ia pun meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah secara sembarangan di sungai.

"Sungai kotor itu karena kurangnya kesadaran terhadap lingkungan. Jangan buang sampah di sungai," harapnya.
Iptu Umi menyebutkan jumlah anggota Polwan yang dikerahkan untuk mengikuti kegiatan tersebut mencapai 30 personel. Selain petuga Polwan, kegiatan tersebut juga melibatkan dari anggota Sabhara Polresta Solo.
"Jadi total personel yang dikerahkan ada 60 anggota. Mereka saling bahu-membahu untuk ikut membersihkan sungai dari sampah," jelas dia









Selasa, 20 Maret 2018

Airfast Indonesia: Pemindahan Pesawat Menunggu Air Laut Pasang

Roda Tak Keluar, Pesawat Airfast Mendarat di Perairan Ocarina Batam

Manajemen PT Airfast Indonesia menyatakan sebuah pesawat amfibi jenis Twin Otter DHC6 dengan registrasi PK-OCK rute Penerbangan dari Pulau Bawah, Kepulauan Anambas, menuju ke bandara Hang Nadim Batam pada hari Sabtu 10 Maret 2018 pukul 13.24 WIB mengalami kendala teknis sehingga terpaksa mengalihkan pendaratan di laut area pantai Ocarina, Batam.

"Pesawat jenis amfibi ini memutuskan untuk mendarat di perairan karena tidak berhasil menurunkan roda pendarat sebelah kiri. Namun demikian seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang selamat dan dalam kondisi baik tidak mengalami luka sama sekali. Begitu juga dengan pilot dan pesawatnya," kata Arif Wibowo, Managing Director PT Airfast Indonesia dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (11/3/2018).

Pesawat diawaki dua orang pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi sehingga berhasil mendaratkan pesawat di pesisir pantai dan menghentikan pesawat di area pantai yang berpasir landai.
"Semua penumpang turun dari pesawat secara normal dan diantar oleh petugas Airfast Indonesia ke bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Airfast Indonesia untuk meneruskan perjalanan mereka selanjutnya," kata Arif Wibowo.
Mengenai kondisi pesawat, Arif mengatakan, memerlukan perbaikan ringan pada sistim roda pendarat untuk kemudian siap diterbangkan kembali dari wilayah pantai Ocarina menuju ke bandara Hang Nadim untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Menunggu Laut Pasang

Batam dan Bali Gaet Wisman Malaysia Paling Banyak
Peristiwa ini dilaporkan oleh AIRFAST dan dikoordinasikan dengan Direktorat Kelaik-Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia.
Kejadian ini dikategorikan "Incident" bukan "accident" karena bukan pendaratan darurat atau emergency landing ataupun "ditching" karena pesawat memang berjenis amfibi yang tersertifikasi untuk melakukan tinggal landas ataupun mendarat di landasan maupun di air (sungai, danau dan laut).
Saat ini pesawat beregistrasi PK-OCK tersebut masih berada di bibir pantai Ocarina, Batam, menunggu air laut pasang agar bisa didorong ke laut untuk bisa tinggal landas dari laut.



Pesawat Latih Jatuh di Cilacap, 1 Orang Tewas



Satu pilot tewas dalam kecelakaan pesawat latih di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto mengakui ada kecelakaan pesawat latih.
"Iya ada kecelakaan pesawat. Dia sedang terbang aerobatik, kemudian hilang kendali, dan menghantam ke hanggar," kata dia, Selasa (20/3/2018).

Menurut dia, kejadian itu mengakibatkan pilot yang membawa pesawat itu, yakni Hanafie meninggal dunia.
Kendati demikian, dia enggan menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan pesawat latih tersebut.
"Mohon maaf, kami tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena bukan domain kami. Sekarang sudah domain KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," kata Denny seperti dikutip dari Antara.
Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait dengan kecelakaan pesawat latih tersebut.
"Mohon maaf, kebetulan saya baru akan menuju ke lokasi," katanya.

Sedang Aerobatik



Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu menimpa pesawat latih PK-RTZ milik Ganesha Flight Academy.
Pesawat latih yang dipiloti Kolonel Penerbang M.J. Hanafie tersebut mengalami kecelakaan saat latihan aerobatik dalam rangka wisuda siswa Ganesha Flight Academy yang akan diselenggarakan pada Sabtu 24 Maret 2018.
Dalam hal ini, pesawat PK-RTZ dengan pilot M.J. Hanafie lepas landas dari Bandara Tunggul Wulung sekitar pukul 14.02 WIB, selanjutnya pada pukul 15.15 WIB melakukan aerobatik.
Karena terbang terlalu rendah, pesawat itu kehilangan daya angkat hingga akhirnya hilang kendali dan menabrak pesawat yang sedang parkir di apron dan hanggar milik Perkasa Flight School di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap.
Akibat kejadian tersebut, pilot Hanafie meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Sementara penyebab terjadinya kecelakaan masih diselidiki KNKT






Dianiaya Pacar, Cynthiara Alona Pilih Lakukan Ini

  Cynthiara Alona  belum lama ini menjadi korban penganiayaan mantan kekasihnya. Beberapa bagian wajahnya terutama dekat mata, pelipis dan...