
Warsito (33) warga Tridadi, Sleman hilang selama empat hari di lereng Gunung Merapi. Warsito dilaporkan hilang sejak Kamis (22/2) yang lalu. Warsito berhasil ditemukan oleh tim search and rescue unit (SRU) di Pos 2, Paseban Labuhan jalur Kinahrejo pada Minggu (27/2).
Selama empat hari hilang, Warsito ternyata berjalan kaki mengelilingi Gunung Merapi. Bahkan Warsito sempat mencapai puncak Gunung Merapi. Padahal selama naik ke Gunung Merapi, Warsito tak membawa bekal apapun selain sebungkus rokok.
Istri Warsito, Dwi Indri Astuti (34) menuturkan saat hilang, suaminya hanya membawa ponsel dan sebungkus rokok. Selain itu Warsito pun juga hanya membawa pakaian yang dikenakannya saat itu yaitu celana panjang, kaos dan jaket saja.
"Dari cerita suami saya katanya sempat bolak balik dari lereng ke puncak Merapi. Pas hujan sempat naik lagi ke dekat kawah. Katanya anget di sana," ujar Dwi, Selasa (27/2).
Dwi menuturkan saat ini kondisi suaminya masih dalam keadaan bingung. Meskipun demikian kondisi Warsito sudah mulai membaik paska dirawat di RS Panti Nugroho, Pakem.
Dwi menceritakan selama di Gunung Merapi, suaminya tak membawa bekal apapun. Warsito bertahan hidup dengan makan dan minum apa saja yang dilihatnya di gunung.
"(Warsito) minum air hujan, makan kembang (bunga) dan tanaman di Gunung Merapi," kata Dwi.
Dwi menambahkan selama hidupnya, Warsito tak pernah sekalipun memiliki pengalaman naik atau mendaki gunung. Bahkan Warsito juga tak pernah melakukan aktivitas outdoor.
"Enggak pernah naik gunung. Waktu cerita dia cuma jalan lewat sungai terus tiba-tiba sampai puncak (Gunung Merapi)," urai Dwi.
Dwi menuturkan selama proses pencarian Warsito dirinya selalu setia menunggu di Posko SAR yang berada tak jauh dari Bunker Kaliadem. Selain itu, pihak keluarga juga sempat menggelar doa bersama atau mujahadah di rumah juru kunci Gunung Merapi, Mas Bekel Anom Suraksosihono pada Sabtu (24/2) malam. Paska menggelar doa bersama itu, keyakinan Dwi akan ditemukannya Warsito semakin menguat.
"Saya feeling pas mau jalan ke sana (Posko SAR) hari Minggu kemarin, selama perjalanan dari rumah lihat langit itu cerah. Saat tiba, tim SAR datang kasih kabar sekitar jam 13.00 bilang suami saya ketemu, rasanya senang semua, gembira, alhamdulillah selamat," imbuh Dwi.
Terpisah, Khoirul personel search and rescue unit (SRU) 16 mengatakan saat ditemukan Warsito hanya berada 10 meter dari tenda yang didirikan oleh SRU 16 di Pos 2 Paseban Labuhan Dalem jalur Kinahrejo. Saat ditemukan, Warsito dalam keadaan tertidur di pinggir jalan setapak di jalur pendakian Kinahrejo.
"Tempat itu padahal sudah disisir oleh tim. Tapi survivor (Warsito) tak ada di situ. Awalnya dikira anggota SRU 10 yang tengah tertidur. Setelah ditanya-tanya ternyata orang yang tidur itu adalah Warsito yang tengah dicari. Saat ditemukan hanya memakai celana panjang dan jaket tanpa alas kaki," ujar Khoirul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar